Lawan Tim Amatir Agar Aman


deltras sidoarjo, lowongan kerja deltras, logo tim divisi utama, the lobster deltras dan deltamaniaDelta Putra Sidoarjo (Deltras) memanfaatkan jeda waktu pertandingan yang lumayan panjang dengan maksimal. Selain menggenjot pemain dengan latihan strategi dan fisik, tim asal Kota Udang tersebut berencana menggeber dua kali uji coba sebelum bertolak ke kandang PPSM Magelang pada 19 Januari mendatang.

Dalam uji coba itu, Deltras memilih aman. Mereka hanya bertanding melawan tim-tim amatir. Uji coba pertama akan dilakukan Rabu nanti (10/2) di Gelora Delta, Sidoarjo. Deltras akan menghadapi Surabaya Football Club (SFC).

Uji tanding kedua dihelat pada Jumat mendatang (12/2). Namun, tim yang dihadapi belum diputuskan. Tapi, jika belum ada lawan, Deltras akan menghadapi SFC lagi.

"Laga pemanasan" sebelum pertandingan resmi memang membawa keuntungan bagi The Lobster julukan Deltras. Empat hari sebelum menghadapi Mitra Kukar (Kutai Kartanegara) pada 1 Februari lalu, Deltras beruji coba melawan Sidoarjo Selection (27/1) dan menang 3-0. Saat menghadapi Mitra Kukar, Deltras mampu menang 1-0.

"Dalam uji coba itu, kami menerapkan strategi yang akan kami terapkan pada pertandingan berikutnya. Jadi, kami menganggap uji tanding sebelum pertandingan ini penting," kata Nus Yadera, pelatih Deltras, kemarin.

Dia berharap agar hasil di kandang Mitra Kukar bisa terulang di markas PPSM Magelang dan PSIS Semarang (26/2). Menghadapi dua uji coba itu, Nus meminta anak buahnya menjaga diri agar tidak cedera. "Semua pemain akan kami beri kesempatan bermain pada laga uji coba nanti," bebernya. Nus menegaskan bahwa skuadnya kini siap tempur. Tidak ada pemain yang cedera.

Sementara itu, mengantisipasi cuaca buruk, pemain Deltras diberi porsi latihan fisik lebih. Menurut Nus, bertanding dalam kondisi lapangan becek diperlukan tenaga yang lebih prima.
dilanjutna maca “Lawan Tim Amatir Agar Aman”

Gairah Bursa Transfer Kontestan ISL 2009-2010

Rela Kehilangan Miliaran Rupiah

Perhelatan Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 memasuki jeda paro musim. Bongkar pasang pemain menjadi fokus kontestan kompetisi level tertinggi sepak bola tanah air itu.

---

PUTARAN I Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 dirampungkan dengan manis oleh Arema dan Persiba Balikpapan. Dua tim itu menjadi tim yang stabil berada di pa­pan atas. Persija Jakarta mulai merangsek ke jajaran empat besar meski sempat terseok-seok di awal putaran pertama kompetisi sepak bola paling bergengsi tanah air tersebut.

Persela Lamongan yang pernah mengancam di awal kompetisi malah gagal melanjutkan dominasi. Tim be­sutan Widodo C. Putro itu turun peringkat dan bertengger di posisi ke-10 saat mengakhiri paro musim. PSM Makassar, Persitara Jakarta Utara, dan Pelita Jaya harus bekerja keras dalam menghadapi putaran II jika tak ingin melorot ke level kedua, Divisi Utama, pada musim depan.

Namun, rupanya, peringkat itu tak membuat kontestan ISL merasa aman dengan hasil yang dituai. Ma­klum, seperti yang dikatakan Junaidi, pelatih Persijap, poin tim-tim ISL hanya terpaut tipis. Simak saja Arema dan Persiba. Dua tim yang berada di urutan teratas itu hanya berbeda enam angka. Persib Bandung dan Persija malah mengantongi nilai kembar 27. Nilai itu tak berbeda jauh dengan tim-tim penghuni papan tengah. Persiwa Wamena, PSPS Pekanbaru, dan Sriwijaya FC nangkring di urutan, ketujuh, kedelapan, dan kesembilan memiliki nilai yang sama, 25.

Karena itu, Arema Malang masih merasa perlu menambah amunisi. Sa­lah satu yang sudah pasti digaet tim polesan Robert Alberts itu adalah pemain asal Uruguay Esteban Guillen. Tim berjuluk Singo Edan tersebut juga melepas Landry Poulongaye dan Markus Haris Maulana.

Langkah serupa ditempuh Persiba. Tekad untuk menggeser Arema sebagai pemuncak klasemen menjadi motivasi manajemen Persiba.

"Bagaimanapun, kami harus bisa menghasilkan prestasi lebih baik. Menggeser Arema bukan perkara mudah, tapi bukan tidak mungkin," ujar Jamal Al Rasyid, manajer Persiba.

Meski belum dipastikan mendapatkan tambahan amunisi Syria Muham­mad Al Bicho, tim berjuluk Beruang Madu itu meminjamkan striker asal Korsel Park Jung-hwan ke klub lain. "Sampai satu putaran selesai, Park belum juga bisa beradaptasi. Ada ken­dala bahasa dan di lapangan. Meski skill dan teknik dia oke, kami tetap khawatir dia akan mengurangi kesolidan tim dalam meng­hadapi putaran II," ujar Jamal.

Geliat perburuan pemain makin bergairah pada klub-klub papan bawah dan mereka yang berada di zona degradasi. PSM yang sebelumnya memiliki reputasi cukup bagus selama perhelatan Liga Indonesia harus memulai dengan langkah berat di paro musim pertama. Bermateri lebih banyak pemain muda, tim berjuluk Pasukan Ramang tersebut terpuruk di urutan ke-16.

Untuk membenahi, jangankan jajaran pemain, tim pelatih pun menjadi korban perombakan itu. Bahkan, mereka sudah melakukannya ketika masih menyisakan dua per­tandingan di putaran I. Selain pelatih Hanafing, enam pemain yang bernasib sama adalah Christian Carrasco (striker/Cile), Hendry Nyobi (sto­per/Kamerun), Yudi Kenci (stri­ker), Gufran Lakahia (gelandang), Frenklin Siegers (stopper), dan M. Aidil (gelandang).

Sebagai pengganti, manPersitara yang pernah berminggu-minggu menjadi juru kunci segera berbenah. Pelatih asal Belanda Dirk Buitelaar dilengserkan. Lima pemain dipecat, dua yang lain diberi kesempatan lan­jut, asalkan mau menurunkan ni­lai kontrak. "Lebih baik saya kehilangan Rp 1 atau 2 miliar untuk be­­lanja lagi, daripada Persitara harus ke Divisi Utama musim depan. Dana untuk memulai memperebutkan tiket ISL akan lebih banyak," ujar Hary Ruswanto, manajer Persitara.

jawapos.co.id
dilanjutna maca “Gairah Bursa Transfer Kontestan ISL 2009-2010”

Blog Widget by LinkWithin
 

Bocah Rawalo | Blogger Template : Make Money Online