Rela Kehilangan Miliaran Rupiah
Perhelatan Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 memasuki jeda paro musim. Bongkar pasang pemain menjadi fokus kontestan kompetisi level tertinggi sepak bola tanah air itu.
---
PUTARAN I Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 dirampungkan dengan manis oleh Arema dan Persiba Balikpapan. Dua tim itu menjadi tim yang stabil berada di papan atas. Persija Jakarta mulai merangsek ke jajaran empat besar meski sempat terseok-seok di awal putaran pertama kompetisi sepak bola paling bergengsi tanah air tersebut.
Persela Lamongan yang pernah mengancam di awal kompetisi malah gagal melanjutkan dominasi. Tim besutan Widodo C. Putro itu turun peringkat dan bertengger di posisi ke-10 saat mengakhiri paro musim. PSM Makassar, Persitara Jakarta Utara, dan Pelita Jaya harus bekerja keras dalam menghadapi putaran II jika tak ingin melorot ke level kedua, Divisi Utama, pada musim depan.
Namun, rupanya, peringkat itu tak membuat kontestan ISL merasa aman dengan hasil yang dituai. Maklum, seperti yang dikatakan Junaidi, pelatih Persijap, poin tim-tim ISL hanya terpaut tipis. Simak saja Arema dan Persiba. Dua tim yang berada di urutan teratas itu hanya berbeda enam angka. Persib Bandung dan Persija malah mengantongi nilai kembar 27. Nilai itu tak berbeda jauh dengan tim-tim penghuni papan tengah. Persiwa Wamena, PSPS Pekanbaru, dan Sriwijaya FC nangkring di urutan, ketujuh, kedelapan, dan kesembilan memiliki nilai yang sama, 25.
Karena itu, Arema Malang masih merasa perlu menambah amunisi. Salah satu yang sudah pasti digaet tim polesan Robert Alberts itu adalah pemain asal Uruguay Esteban Guillen. Tim berjuluk Singo Edan tersebut juga melepas Landry Poulongaye dan Markus Haris Maulana.
Langkah serupa ditempuh Persiba. Tekad untuk menggeser Arema sebagai pemuncak klasemen menjadi motivasi manajemen Persiba.
"Bagaimanapun, kami harus bisa menghasilkan prestasi lebih baik. Menggeser Arema bukan perkara mudah, tapi bukan tidak mungkin," ujar Jamal Al Rasyid, manajer Persiba.
Meski belum dipastikan mendapatkan tambahan amunisi Syria Muhammad Al Bicho, tim berjuluk Beruang Madu itu meminjamkan striker asal Korsel Park Jung-hwan ke klub lain. "Sampai satu putaran selesai, Park belum juga bisa beradaptasi. Ada kendala bahasa dan di lapangan. Meski skill dan teknik dia oke, kami tetap khawatir dia akan mengurangi kesolidan tim dalam menghadapi putaran II," ujar Jamal.
Geliat perburuan pemain makin bergairah pada klub-klub papan bawah dan mereka yang berada di zona degradasi. PSM yang sebelumnya memiliki reputasi cukup bagus selama perhelatan Liga Indonesia harus memulai dengan langkah berat di paro musim pertama. Bermateri lebih banyak pemain muda, tim berjuluk Pasukan Ramang tersebut terpuruk di urutan ke-16.
Untuk membenahi, jangankan jajaran pemain, tim pelatih pun menjadi korban perombakan itu. Bahkan, mereka sudah melakukannya ketika masih menyisakan dua pertandingan di putaran I. Selain pelatih Hanafing, enam pemain yang bernasib sama adalah Christian Carrasco (striker/Cile), Hendry Nyobi (stoper/Kamerun), Yudi Kenci (striker), Gufran Lakahia (gelandang), Frenklin Siegers (stopper), dan M. Aidil (gelandang).
Sebagai pengganti, manPersitara yang pernah berminggu-minggu menjadi juru kunci segera berbenah. Pelatih asal Belanda Dirk Buitelaar dilengserkan. Lima pemain dipecat, dua yang lain diberi kesempatan lanjut, asalkan mau menurunkan nilai kontrak. "Lebih baik saya kehilangan Rp 1 atau 2 miliar untuk belanja lagi, daripada Persitara harus ke Divisi Utama musim depan. Dana untuk memulai memperebutkan tiket ISL akan lebih banyak," ujar Hary Ruswanto, manajer Persitara.
jawapos.co.id
dilanjutna maca “Gairah Bursa Transfer Kontestan ISL 2009-2010”